REDUPLIKASI

01 Maret 2026 Admin 333
REDUPLIKASI

Reduplikasi adalah proses pembentukan kata dengan cara mengulang seluruh atau sebagian bentuk dasar. Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi termasuk proses morfologis yang sangat produktif dan memiliki fungsi makna yang beragam.

Dari aspek kegunaannya, reduplikasi dapat menyatakan jumlah (buku-buku), keanekaragaman (buah-buahan), atau intensitas (sungguh-sungguh). Dalam percakapan, reduplikasi juga memberi kesan ringan seperti pada kalimat Kita duduk-duduk saja di sini.

Dari aspek bentuknya, reduplikasi dibagi menjadi beberapa jenis. Reduplikasi utuh (dwilingga), yakni pengulangan seluruh bentuk dasar tanpa perubahan fonem. Reduplikasi dwilingga biasanya menghasilkan makna jamak/banyak. Contohnya adalah seperti buku-buku, meja-meja, dan perempuan-perempuan. Reduplikasi sebagian (dwipurna), yakni pengulangan pada sebagian kata dasar, seringnya pada suku kata pertama dan vokal sering berubah menjadi e pepet. Contohnya adalah seperti leluhur (dari kata luhur), tetangga (dari kata tangga), sesama (dari kata sama). Reduplikasi berubah bunyi (dwilingga), yakni pengulangan kata dasar dalam bentuk perubahan bunyi konsonan atau vokal. Contohnya adalah seperti sayur-mayur, gerak-gerik, dan bolak-balik. Reduplikasi berimbuhan (afiksasi), yakni pengulangan kata berimbuhan. Contohnya adalah seperti berlari-lari, tarik-menarik, rumah-rumahan, dan bermain-main. Reduplikasi semu, yakni kata yang terlihat seperti pengulangan, tetapi kata-kata ini bukan dari kata dasar yang diulang. Contohnya adalah seperti kupu-kupu, ubur-ubur, dan laba-laba.

Dengan demikian, reduplikasi bukan sekadar pengulangan bentuk kata, melainkan sarana memperkaya makna dan nuansa dalam bahasa. Dalam karya sastra, penggunaan reduplikasi kerap menghadirkan irama dan penekanan yang membuat kalimat terasa lebih hidup dan ekspresif. (Marlina)*

Serindit

Online