PROLEPSIS
Prolepsis adalah teknik penceritaan yang mendahului waktu cerita, yakni ketika narasi melompat ke peristiwa yang belum terjadi, lalu kembali ke alur utama. Dalam istilah populer, prolepsis sering disebut kilas ke depan (flashforward). Berbeda dengan analepsis (kilas balik), prolepsis memberi pembaca bayangan masa depan: sebuah nasib, akibat, atau akhir yang belum sampai waktunya. Teknik ini tidak bermaksud untuk membocorkan cerita, tetapi untuk menghadirkan ketegangan dan rasa ingin tahu. Pembaca tahu apa yang akan terjadi, tetapi tidak tahu bagaimana dan mengapa hal itu dapat terjadi. Contoh sederhana prolepsis: Ia belum tahu jika keputusan kecil pagi itu akan menyeretnya ke ruang sidang lima tahun kemudian. Dalam sastra, prolepsis sering digunakan untuk memperkuat tema takdir, ironi, atau tragedi. Dalam novel dan cerpen modern, teknik prolepsis membuat alur terasa lebih reflektif dan tidak linear. Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari, prolepsis hadir saat seseorang berkata, “Kelak kau akan mengerti”. Kalimat itu, secara sadar atau tidak, sedang mendahului waktu. Itu merupakan sebuah prolepsis kecil dalam bahasa.***