METATESIS

19 April 2026 Admin 38
METATESIS

Metatesis adalah salah satu gejala dalam linguistik yang merujuk pada pertukaran posisi bunyi atau huruf dalam sebuah kata. Perubahan ini tidak menghilangkan unsur kata, tetapi hanya menukar letaknya sehingga bentuk baru tetap bisa dikenali asalnya. Metatesis sering terjadi dalam perkembangan bahasa, dialek, maupun dalam penggunaan sehari-hari yang tidak resmi.

Secara umum, metatesis tidak memiliki klasifikasi jenis yang terlalu baku, tetapi dapat dipahami dalam dua bentuk. Pertama, metatesis historis, yaitu perubahan bunyi yang terjadi secara alami dalam perjalanan suatu bahasa dari waktu ke waktu. Kedua, metatesis spontan, yakni pertukaran bunyi yang muncul dalam percakapan sehari-hari―sering kali tanpa disadari penutur.

Contoh sederhana dalam bahasa Indonesia dapat ditemukan pada variasi pengucapan seperti copot yang kadang diucapkan menjadi pocot, berantas kadang diucapkan menjadi banteras dalam tuturan lisan tertentu. Dalam bahasa lain, fenomena ini juga umum terjadi, misalnya dalam bahasa Inggris kata ask yang sering diucapkan menjadi aks dalam dialek tertentu. Contoh ini menunjukkan bahwa metatesis kerap berkaitan dengan kebiasaan fonologis penutur.

Dalam penggunaannya, metatesis bisa menjadi bahan menarik dalam kajian bahasa maupun karya sastra. Dalam tulisan populer seperti rubrik koran, metatesis dapat diangkat untuk menunjukkan bagaimana bahasa itu hidup dan berubah. Sementara itu, dalam karya sastra metatesis kadang dimanfaatkan untuk membangun karakter tokoh melalui cara bicaranya sehingga memberi kesan lebih natural, lokal, atau bahkan jenaka. (Marlina)*

Serindit

Online