EKFRASIS

03 Mei 2026 Admin 17
EKFRASIS

Ekfrasis (dari bahasa Yunani ekphrasis) adalah teknik dalam sastra yang menggambarkan karya seni visual seperti lukisan, patung, atau foto ke dalam bentuk kata-kata. Melalui ekfrasis, penulis tidak sekadar mendeskripsikan objek, tetapi juga menghadirkan suasana, emosi, bahkan makna simbolis dari karya tersebut sehingga pembaca seolah “melihat”nya lewat imajinasi.

Secara tujuan, ekfrasis digunakan untuk memperkaya narasi dan memperdalam pengalaman estetik pembaca. Penulis memanfaatkan detail visual sebagai pintu masuk untuk membangun suasana, mengungkap karakter, atau menyisipkan pesan tertentu. Teknik ini juga sering dipakai untuk menjembatani dua dunia seni: visual dan verbal.

Dari segi jenis, ekfrasis dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, ekfrasis deskriptif, yang berfokus pada penggambaran fisik karya secara rinci. Kedua, ekfrasis interpretatif, yang menekankan tafsir, emosi, atau makna di balik karya tersebut. Dalam praktik modern, keduanya sering dipadukan.

Contoh ekfrasis dapat ditemukan dalam puisi yang menggambarkan lukisan atau novel yang mendeskripsikan sebuah foto lama sebagai pemicu konflik cerita. Misalnya, seorang tokoh menatap lukisan retak di dinding, lalu kenangan masa lalunya perlahan terungkap melalui detail warna dan bentuk.

Bagi pembaca, ekfrasis bermanfaat untuk memperkaya imajinasi, melatih kepekaan estetika, serta membuka ruang interpretasi yang lebih luas. Bagi penulis, teknik ini membantu menghadirkan deskripsi yang hidup dan bernilai simbolik dalam karya sastra. Di Indonesia, ekfrasis sering muncul secara implisit, bukan sebagai label teori. Penulis menggunakan lukisan, foto, atau objek visual sebagai “pemicu narasi”, lalu menghidupkannya lewat deskripsi dan tafsir. (Marlina)*

Serindit

Online