Dari Tradisi Lisan ke Lembaran Buku: 21 Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning

02 Agustus 2026 Admin 14
Dari Tradisi Lisan ke Lembaran Buku: 21 Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning

Di tengah derasnya arus digital yang menawarkan beragam hiburan instan, cerita rakyat tetap memiliki tempat yang istimewa sebagai penanda identitas budaya. Cerita-cerita yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan rekaman nilai, pandangan hidup, dan sejarah masyarakat. Kesadaran itulah yang melandasi penerbitan buku 21 Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning, salah satu karya  Balai Bahasa Provinsi Riau dalam upaya mendokumentasikan kekayaan tradisi lisan daerah.

Buku ini diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau pada tahun 2010, dengan editor Agus Sri Danardana serta disusun oleh Yeni Maulina dan Chrisna Putri Kurniati. Memiliki ISBN 978-979-1104-45-6 dan ketebalan 232 halaman, buku ini menjadi salah satu referensi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat khazanah cerita rakyat Riau.

Keistimewaan buku ini tidak hanya terletak pada jumlah cerita yang dihimpun, tetapi juga pada proses penyusunannya. Sebanyak 21 cerita rakyat ditulis kembali oleh 21 pegawai Balai Bahasa Provinsi Riau, menghadirkan beragam perspektif dalam menghidupkan kembali kisah-kisah yang sebelumnya berkembang secara lisan di tengah masyarakat. Langkah ini menunjukkan bahwa pelestarian sastra lisan bukan hanya tugas peneliti, melainkan juga menjadi gerakan kolektif sebuah lembaga bahasa dalam menjaga warisan budaya daerah.

Kehadiran buku ini juga menjadi bukti bahwa dokumentasi cerita rakyat merupakan bagian penting dari upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah. Tradisi lisan sangat rentan hilang ketika para penuturnya semakin berkurang. Dengan membukukannya, Balai Bahasa Provinsi Riau telah mengubah warisan yang sebelumnya bergantung pada ingatan kolektif menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipelajari oleh masyarakat luas, termasuk generasi muda. Selamat membaca! (Marnetti)*

Serindit

Online