Buaya Batang Gaharu: Upaya Pelestarian Cerita Rakyat Bengkalis
Cerita rakyat merupakan bagian penting dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu cerita rakyat dari Kabupaten Bengkalis yang berhasil didokumentasikan dan dikisahkan kembali oleh Agus DS adalah Buaya Batang Gaharu. Buku ini merupakan produk penerjemahan yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau sebagai upaya melestarikan sastra daerah Riau. Penulisan buku ini merupakan bentuk kepedulian untuk menjaga agar cerita rakyat yang sebelumnya hanya disampaikan dari mulut ke mulut tetap lestari.
Cerita Buaya Batang Gaharu mengisahkan Rosmali, seorang laki-laki yang dikenal pemberani, suka menolong, tetapi juga memiliki sifat sombong dan gemar mencari perhatian. Ketika seekor buaya besar muncul di Sungai Bukit Batu, Rosmali dengan penuh percaya diri mengusir bahkan memukul buaya tersebut meskipun telah diperingatkan oleh warga. Keberaniannya berubah menjadi petaka ketika buaya itu menyerangnya hingga ia tenggelam dan meninggal dunia. Setelah doa bersama yang dipimpin oleh abang Rosmali dan para tetua kampung, jasad Rosmali akhirnya ditemukan dalam keadaan utuh. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat tentang akibat dari kesombongan dan pentingnya menghormati makhluk hidup serta kebesaran Tuhan.
Kehadiran buku ini menunjukkan bahwa penerjemahan memiliki peran penting dalam memperkenalkan cerita rakyat Bengkalis kepada generasi muda dan masyarakat Indonesia secara luas. Cerita yang dahulu hanya dipahami oleh penutur bahasa Melayu Bengkalis kini dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Melalui program penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Riau, nilai-nilai karakter seperti rendah hati, tanggung jawab, religiositas, dan kepedulian terhadap sesama tetap terjaga sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Riau kepada generasi berikutnya. Selain itu, buku ini juga dapat menjadi bacaan keluarga, serta diceritakan kembali oleh guru, orang tua, dan pendongeng sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah dan penguatan minat baca masyarakat.